
“Ten megaji,” ungkap Ketut Liing sambil menghela napas. Laki-laki ini bekerja sebagai penjaga WC di sebelah barat daya Lapangan Puputan Badung. Dia hanya mendapat uang dari pengunjung yang memakai WC tersebut.
Namun itupun harus dibagi 2 lagi dengan Mandor yang mengurus wilayah sana. ”Kalau hari-hari biasa, paling 25 ribu. 12 setor ke Mador,” ungkapnya. Memang tak banyak yang bisa dilakukannya. Kerjaan itu dia kerjakan sepenuh hati. “Tidak ada kerjaan lain lagi. Ya, dengan ini pun harus cukup,” tambah laki-laki dengan kulit yang mulai keriput ini.
Dalam 68 tahun perjalanan hidupnya, dia pernah bekerja sebagai … continue reading this entry.
